Pemprov DKI Jakarta Ajak Masyarakat Kampayekan Pentingnya Air Bersih

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Peringatan Hari Air Sedunia tingkat Provinsi DKI Jakarta dihadiri ratusan orang, dari kalangan komunitas atau pegiat lingkungan hidup, murid sekolah hingga warga.

Kegiatan dipusatkan di bantaran Sungai Ciliwung di Komplek Asrama Lingkungan Hidup, Jalan Camat Gabun 1, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Kegiatan diawali dengan susur sungai Ciliwung, mulai dari bantaran Ciliwung di Gang Arus Srengseng Sawah hingga ke Lenteng Agung sepanjang 6 kilometer.

Ratusan orang menaiki perahu karet dan merasakan sensasi luar biasa ketika berkesempatan menyaksikan keasrian Ciliwung.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung di sepanjang jalur susur itu memang masih cukup alami.Di sisi kanan sungai pepohonan juga masih cukup rindang.

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta, Oswar Mungkasa mengungkapkan, peringatan Hari Air Sedunia sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih.

Sebab, saat ini ketersediaan air bersih di Jakarta baru mencapai 50-60 persen dan masih perlu untuk ditingkatkan.

"Ketersediaan air bersih harus kita jaga. Meningkatkan peran serta masyarakat, komunitas, dunia usaha, untuk turut mendukung ketersediaan air bersih. Sebab, air bersih adalah hak dasar," ungkapnya

 

Oswar mengungkapkan, Pemprov DKI telah berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota hijau yang lestari dengan pembangunan yang berkelanjutan.

"Salah satu upayanya yakni dengan menciptakan Jakarta bebas pencemaran air," kata dia.

Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengungkapkan, penyusuran Sungai Ciliwung sebagai kampanye kepada masyarakat terkait pentingnya keperdulian terhadap kualitas air sungai.

Ia mengungkapkan, di aliran sungai Ciliwung di wilayah DKI Jakarta sudah cukup bersih dari sampah.

Hanya saja, sesekali masih terlihat sampah dan limbah yang terkirim dari wilayah Depok.

Menurutnya, sampah dan limbah kiriman itu yang menjadi penyebab terhambatnya upaya peningkatan baku mutu air.

Isnawa menyebut, kualitas baku mutu air sungai sangat bergantung dengan keperdulian banyak pihak, terutama masyarakat atau bidang usaha yang diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak mencemari sungai.

"Tadi, saat kita susur dari Srengseng Sawah perbatasan Depok hingga Lenteng Agung. Tadi kami lihat di wilayah Jakarta kondisi airnya sudah cukup tertangani. Tapi mohon maaf di kota dlDepok masih kurang, contohnya tadi jami temukan ada pembuangan limbah air kotor misalnya dari peternakan sapi yang kotorannya langsung dibuang ke sungai," ujar Isnama.

"Terus tadi di perbatasan pemukiman juga kami temukan masih ada warga yang membuang sampah ke kali, ini masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama," imbuhnya.

Menurut Isnawa, Sungai Ciliwung sebenarnya mampu menghadirkan banyak potensi baik sosial budaya, ekonomi bahkan pariwisata.

 Tetapi, untuk memaksimalkan itu, membutuhkan kerjasama antar-lembaga dan instansi termasuk dengan melakukan kajian mendalam.

"Ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat maupun untuk kegiatan pelestarian dan pengetahuan kebudayaan. Hanya, perlu dikaji mendalam soal misalnya bagaimana kualitas baku mutu airnya, debit airnya, soal kondisi masyarakatnya dan sebagainya," imbuhnya.

Camat Jagakarsa, Mundari menyebut, pihaknya sudah mendata beberapa usaha yang berada di bantaran Ciliwung dan membuang limbahnya langsung ke sungai.

"Mereka kendalanya tidak mengerti bagaimana mengolah limbah karena kebanyakan usaha kecil. Mereka meminta diberikan edukasi, semacam pelatihan. Saat ini masih menunggu dari pihak walikota untuk memberikan pelatihan soal pengolahan limbah itu," kata dia.

Sensasi Susur Ciliwung

Orang-orang tampak bahagia ketika perahu karet menepi di dermaga Asrama.

Perjalanan sekitar enam kilometer ditempuh dalam waktu 40 menit.

Salah seorang peserta, Satrio (25), sebelumnya tidak menyangka masih ada daerah aliran sungai Ciliwung yang belum banyak tersentuh pembangunan turap.

"Masih terlihat alami. Di sepanjang aliran sungai dari Srengseng Sawah ke Lenteng Agung ini masih cukup rimbun. Hanya sedikit terlihat bantaran yang diturap beton," ujarnya.

Menyusuri Ciliwung menjadi pengalaman baru bagi Tuti (28).

Ia menyebut, kegiatan ini "sangat mengasyikkan".

"Ini pengalaman baru buat saya. Saya kira Ciliwung sudah begitu parah. Ternyata masih ada bagian yang asri dan alami. Cuma masih terlihat sampah di aliran sungainya," ungkapnya.

Kegiatan susur Ciliwung digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sebagai bagian dari kampanye "Selamatkan Air Untuk Masa Depan".

 

  • Whatsapp

Index Berita